Skip to main content

Paket Umroh

Salah satu kewajiban umat muslim yang mampu adalah menunaikan ibadah haji sebagaimana yang telah diperintahkan Allah pada rukun Islam. Namun, memenuhi panggilan ke Baitullah tidak sesederhana itu. Nyatanya, ada cukup banyak faktor yang menjadikan umat muslim tidak semudah itu untuk melakukan ibadah yang satu ini.

Sebagaimana yang diketahui, ibadah haji memiliki waktu khusus, yakni pada bulan Zulhijah. Artinya, kepergian ke tanah suci di bulan-bulan lainnya tidak berarti seseorang telah selesai menunaikan haji.

Di samping itu, di Indonesia sendiri khususnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, antrean untuk pergi haji juga menjadi batasan lainnya.

Diberlakukannya kuota jamaah dengan angka peminatnya sangatlah tidak sebanding. Bahkan, mendaftar saat ini boleh jadi baru mendapat jadwal keberangkatan 20 tahun mendatang.

Umroh Merupakan Ibadah Haji Kecil. Bagi sebagian orang yang mampu, situasi ini tentu kurang menyenangkan. Padahal, hasrat untuk segera menginjakkan kaki dan menjalankan ibadah dengan khusyuk di rumah Allah kerap tidak terbendung.

Sebagai alternatifnya, ibadah umroh menjadi opsi yang sangat memungkinkan. Umroh memang bukan ibadah yang utama dan tidak dapat menggantikan kewajiban setiap muslim untuk menunaikan haji bila kelak mempu melakukannya.

Kendati demikian, ibadah sunah ini sama sekali bukan merupakan ibadah yang sia-sia. Bagi setiap umat muslim yang menjalankannya dengan ikhlas, niscaya akan nada banyak keistimewaan yang diperolehnya sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits

Keutamaan Umroh

Pada dasarnya, umroh juga merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan biaya besar. Hanya saja, waktu untuk melaksanakannya yang jauh lebih fleksibel membuat umat muslim dapat menunaikannya dengan lebih mudah.

Sekali lagi, walaupun umroh tidak menggugurkan kewajiban setiap muslim untuk tetap melakukan haji, berikut adalah beberapa keutamaan yang insya Allah akan diperoleh.

Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Nikmat iman dan takwa adalah sebaik-baiknya nikmat. Umumnya, orang-orang yang telah menginjakkan kakinya di tanah suci dan menjalankan serangkaian ibadah dan kebaikan akan merasakan nikmatnya keimanan dan ketakwaan. Ini adalah salah satu keutamaan yang biasanya kerap diabaikan.

Menjadi Jihad untuk Kaum Wanita

Mendengar kata jihad, tiga hal yang pasti secara spontan terlintas dalam benak adalah: laki-laki, perang, dan pahala yang luar biasa besar. Bahkan Rasulullah pun bersabda, “Pokok urusan adalah Islam, tiangnya itu salat, sedangkan puncaknya adalah jihad.” (HR. Al-Tirmidzi).

Tentu saja, kaum wanita yang secara fisik cenderung lebih lemah dari laki-laki mempunyai kesempatan yang relatif lebih kecil untuk mendapatkan ganjaran kebaikan yang diberikan Allah SWT.

Namun, melalui umroh, seorang wanita muslim yang menjalankannya dengan niat tulus dan keikhlasan akan mendapat balasan setimpal dengan balasan yang dilakukan bila ikut berjihad.

Adapun beberapa hadis yang menguatkan hal ini antara lain sebagai berikut;

Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda, “Jihad orang yang tua, orang yang lemah, dan wanita adalah haji dan umroh.” (HR. An-Nasa’i)

Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Aisyah berkata,
“Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’
Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya, yaitu haji dan umroh.’” (HR. Ibdu Majah dan disahihkan oleh Al-Abani).

Sebagai Penghapus Dosa

Sebagai manusia, setiap hari tentu tidak luput dari dosa, bahkan sekecil apa pun dan tanpa disadari.

Menjalankan ibadah umroh dengan sepenuh hati niscaya dapat menjadi penghapus dosa tersebut, sebagaimana yang disabdakan Rasullullah SAW, “Iringilah (perselinglah) melakukan ibadah haji dan umroh.

Sungguh, dua ibadah ini dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa. Layaknya seorang pandai besi dapat menghilangkan karat-karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur selain surga.”


Namun, perlu dicatat, dosa-dosa yang akan terhapuskan adalah dosa-dosa kecil (walaupun hingga dosa-dosa kecil yang telah melekat erat di dalam hati).

Sebaliknya, dosa-dosa besar juga akan terampuni bilamana dilakukan taubat nasuha alias taubat yang sungguh-sungguh dan jujur. Di samping itu, seseorang yang melakukan umroh beberapa kali selagi mampu juga memperoleh keutamaan.

Seperti misal, si A melakukan umroh dua tahun yang lalu dan kembali melakukan umroh tahun ini, maka dosa-dosa yang dilakukannya pada rentang dua waktu umroh tersebut akan terhapuskan.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim, “Suatu umroh kepada umroh yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya…”

Dijauhkan dari Kemiskinan

Hidup sejahtera dan berkecukupan tentu menjadi harapan setiap manusia. Di sisi lain, biaya yang dibutuhkan untuk umroh juga tidaklah sedikit sehingga masih ada pula umat muslim yang enggan untuk melasanakannya.

Padahal, Allah menjanjikan hamba-Nya yang menunaikan umroh dengan keihklasan akan dijauhkan dari kemiskinan sebagaimana hadis yang telah disebutkan di atas.

Hanya saja, kata ‘kemisikinan’ di sini memiliki cakupan yang lebih luas. Allah Maha Mengetahui, tidak terkecuali untuk segala sesuatu yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya.

Allah akan menjauhkan dari kemiskinan dapat berarti memberi materi yang lebih banyak dan membuka pintu rezeki selebar-lebarnya atau bisa pula menjauhkan hati manusia dari kefakiran.

Dengan demikian, menjalani hidup akan lebih tenang dan tidak mudah tergoda dengan hasutan duniawi yang membutakan.

Pahala Salat Hingga Ratusan Ribu Kali Lipat

Sungguh disayangkan bila kedatangan ke tanah suci untuk umroh tidak diisi dengan beribadah sebaik-baiknya. Ketika melaksanakan salat fardu saja misalnya, imbalan pahala yang dijanjikan hingga berkali-kali lipat dibandingkan salat fardu yang biasa dilakukan.

Satu kali salat di Masjid Nabawi misalnya, pahala yang dijanjikan dapat bernilai 1.000 kali lipat dibandingkan salat biasanya. Yang lebih fantastis, salat di Masjidil Haram dapat melipatgandakan pahala hingga 100.000 kali lipat.

Dapat dibayangkan bukan, bila di luar tempat-tempat istimewa ini, harus berapa tahun waktu yang diperlukan untuk mencapai pahala yang seimbang?

Hal ini juga ada di dalam hadis. Dari jabir bin Abdillah, “Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 kali salat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 salat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Pahala Dicatat Hingga Kiamat bagi yang Wafat Saat Umroh

Setiap umat muslim yang menunaikan ibadah umroh dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan berbagai keistimewaan. Pun bagi mereka yang wafat saat tengah menjalankan ibadah umroh sehingga tidak dapat kembali pulang ke negeri asalnya dengan selamat.

Allah mencatat segala sesuatu dari niatnya. Bilamana ada jemaah yang benar-benar bertekad untuk beribadah tetapi belum sempat menjalankan seluruh rukun umroh, Allah tetap menjanjikan pahala baginya.

Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam hadis, “Barang siapa keluar dalam melaksanakan umroh lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umroh sampai hari kiamat dan barang siapa keluar dalam berperang di jalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang di jalan Allah sampai hari kiamat.”

Pahala Umroh Dilipatgandakan

Saat beribadah umroh, ada beberapa tempat istimewa yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Seorang muslim yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Masjid Quba di Madinah dan mendirikan salat sebanyak dua rakaat saja di sana, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya yang setara dengan pahala umroh.

Rasulullah pun bersabda, “Barang siapa telah bersuci (beruwdu) di rumah , kemudian mendatangi Masjid Quba lalu salat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan hala umroh.” (HR. Sunan Ibnu Majah)

Tempat-Tempat yang Dapat Dikunjungi Selagi Umroh

Tidak setiap orang mempunyai kesempatan untuk menginjakkan kaki di rumah Allah. Pun tidak ada yang bisa memastikan kapan seseorang dapat kembali lagi diundang Allah untuk bertamu ke rumah-Nya.

Untuk itu, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang berfaedah. Meski begitu, bukan berarti tidak ada kegiatan lain yang dapat dilakukan selain menjalankan rukun umroh dan menunaikan berbagai kegiatan ibadah lain.

Pasalnya, ada banyak tempat apik dan bersejarah yang dapat dikunjungi selagi umroh seperti berikut ini;

Masjid Nabawi

Sebenarnya, setiap yang melaksanakan ibadah umroh tentu akan mendatangi masjid ini sebab Masjid Nabawi merupakan tempat segala persiapan sebelum melasaksanakan rangkaian ibadah umroh dilakukan.

Masjid ini juga menjadi tempat pertama untuk melaksanakan salat subuh ketika berada di Madinah. Masjid Nabawi merupakan masjid yang paling suci setelah Masjidil Haram di Mekah sekaligus salah satu masjid terbesar di dunia.

Menurut sejarah, masjid ini dibangun sendiri oleh Rasulullah saat untanya melakukan pemberhentian pertama setibanya di Madinah. Selain itu, Masjid Nabawi juga sesungguhnya merupakan bekas rumah Nabi Muhammad pada sekitar tahun 622 Masehi.

Di samping pahala yang digandakan hingga 1.000 kali saat salat di Masjid Nabawi, ada pula beberapa keistimewaan lainnya bila melasakanakan ibadah di sini.

Diterima dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Barang siapa melakukan salat di masjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali salat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa, dan terhindarlah ia dari kemunafikan.” (H.R. Ahmad dan Thabrani).

Masjid Quba

Tempat ibadah ini merupakan masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah. Menurut catatan, Rasulullah bersama Abu Bakar membangun masjid ini pada tahun 1 Hijriyah. Adapun lokasi Quba sendiri termasuk dalam bagian wilayah Madinah, tetapi masih bejarak sekitar dua mil dari pusat kota.

Pembangunan masjid yang tidak lepas dari dasar ketakwaan ini juga dicatatkan dalam Al Quran surat At Taubah ayat 108, “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya.

Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

Adapun sunah lain terkait dengan Masjid Quba selain salat dua rakaat dengan pahala setara umroh adalah bahwa Nabi Muhammad SAW terbiasa mengunjungi masjid ini dengan berjalan kaki, paling tidak seminggu sekali sebagaimana yang disebutkan dalam sahih Bukhari. Kebiasaan Rasul ini pun lalu diikuti oleh Abdullah bin Umar.

Raudhah

Raudhah dikenal sebagai salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi ketika menunaikan ibadah haji maupun umroh. Di tempat ini, umat muslim pun berlomba-lomba memanjatkan doa sekaligus memperbanyak salat. Mengapa demikian?

Kata raudhah berarti taman. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah, (yaitu) taman dari surga dan mimbarku di atas kolam.”

Taman surga inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi kaum muslim untuk berburu tempat terdepan di Raudhah untuk menjalankan ibadah.
Di dalam Raudhah sendiri ada enam tiang yang bersejarah, yakni Tiang Utusan (digunakan Rasulullah sebagai tempat untuk menerima utusan yang datang).

Tiang Pengawal (tempat berdirinya para pengawal Rasulullah), Tiang Tempat Tidur (tempat ketika Rasululullah menjalankan iktikaf), Tiang Aisyah (diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat ketika Rasulullah mengimami salat berjamaah).

Tiang Abu Lubabah (tempat Abu Lubabah mengikatkan diri akibat rasa menyeseal setelah membocorkan rahasia kepada kaum Yahudi), dan Tiang Mukholaqoh (tempat sandaran Rasulullah pada batang pohon kurma saat khutbah Jumat).

Jabal Uhud

Inilah gunung tertinggi dan terbesar di Madinah yang juga menjadi makam bagi 70 syuhada. Di bukit yang berjarak sekitar 5 kilometer di sisi utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 mdpl inilah sebuah pertempuran besar antara kaum muslim dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah terjadi.

Sebagai bentuk kecintaan Rasulullah terhadap para syuhada Uhud, Rasulullah melakukan ziarah ke Jabal Uhud nyaris setiap tahun (yang kemudian diikuti oleh umat muslim hingga hari ini).

Namun, bukan jejak sejarah ini saja yang menjadi keistimewaan Jabal Uhud. Gunung yang tidak menyambung dengan gunung lainnya ini (maka dari itu disebut ‘uhud’ yang berarti menyendiri) merupakan bukit yang kelak ada di surga.

Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari, “Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud.

Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga.’”

Jabal Rahmah

Bukit yang berada di Mekah ini selalu ramai oleh pengunjung. Alasannya tidak lain adalah karena tempat ini diyakini sebagai tempat terbaik untuk meminta jodoh. Lantas, apa yang mendasari hal tersebut?

Di Jabal Rahmah inilah Nabi Adam dan Siti Hawa kembali dipertemukan setelah keluar dari surga. Namun, keistimewaan Jabal Rahmah bukan hanya itu saja. Bukit ini juga menjadi tempat Nabi Ibrahim memahami bahwa mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail adalah benar datangnya dari Allah, bukan hanya godaan setan.

Selain itu, Jabal Rahmah menjadi tempat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu terakhir sebagai penyempurna agama Islam.

Paket Tour Umroh

Kini, ada banyak kemudahan bagi umat muslim yang hendak melakukan ibadah umroh. Keberadaan berbagai travel umroh membantu mengakomodasi perjalanan sehingga kegiatan beribadah dapat lebih maksimal.

Di Amanah Tour, kami menyediakan beragam paket umroh dengan fasilitas terbaik seperti berikut.

Paket Umroh 9 Hari

• Hari Pertama

Rombongan berkumpul di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (proses boarding pass, bagasi, dan pembagian ID card jemaah berikut imigrasi).

Take off menuju Jeddah di Bandara King Abdul Azziz – Jeddah, dilanjutkan proses imigrasi dan bagasi. Rombongan kemudian bersama-sama menggunakan bus menuju Madinah. Mengingat ketatnya aturan di Banda Udada Internasional King Abdul Azziz, diharapkan rombongan untuk terus bersama-sama dan tidak memisahkan diri.

• Hari Kedua

Memasuki hari kedua, rombongan tiba di hotel di Madinah. Setelah mengeluarkan bagasi dan memastikan barang lengkap, proses check in dimulai (pembagian kunci). Rombongan kemudian dipersilakan untuk beristirahat lalu dibangunkan untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Nabawi.

Setelah itu, rombongan dapat kembali ke hotel untuk sarapan dan acara dilanjutkan setelah salat duhur dengan ziarah ke makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddqi, Umar bin Khattab, dan Makam Baqi.

Selain itu, beberapa ziarah sekaligus wisata di sekitar Madinah juga dilakukan seperti berkunjung ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Masjid Khandaq.

• Hari Ketiga

Salat subuh kembali dilakukan secara berjamaah di Masjid Nabawi dan jemaah disarankan untuk memperbanyak ibadah. Acara hari ini bebas dan sekaligus persiapan untuk menuju ke Mekkah.

• Hari Keempat

Salat subuh berjamaah dilakukan di Masjid Nabawi, lalu selepas duhur dilakukan perpisahan ke makam Rasulullah SAW berikut Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab (ziarah wada’).

Rombongan lalu kembali ke hotel untuk check out, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekah dengan menggunakan bus. Rombongan diharapkan sudah mengenakan pakaian ihram dan singgah di Bir Ali untuk melakukan miqot. Setiba di hotel dan proses check in, rombongan mempersiapkan diri untuk persiapan tawaf sai.

• Hari kelima

Salat subuh dilakukan secara berjamaah di Masjidi Haram. Acara hari ini bebas, tetapi jemaah diharapkan memperbanyak ibadah.

• Hari Keenam

Salat subuh berjamaah dilakukan di Masjidil Haram. Rombongan kemudian berkumpul untuk mengkuti ziarah kota ke beberapa tempat seperti Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, dan Jabal Nur.

Rombongan mengambil miqot umroh di Ja’ronah lalu dilanjutkan dengan tawaf sai.

• Hari Ketujuh

Salat subuh berjamaah dilakukan di Masjidil Haram dilanjutkan acara bebas. Malam hari, rombongan disiapkan untuk berkemas untuk kembali ke Jeddah.

• Hari Kedelapan
Salat subuh berjamaah dilakukan di Masjidil Haram. Selepas salat subuh, jemaah melakukan tawaf perpisahan dan kembali ke hotel untuk check out.

Rombongan kembali menuju Jeddah menggunakan bus dan melakukan city tour sebelum ke Bandar Udara Internasional King Abdul Azziz Jeddah.

Setiba di bandara, rombongan kembali melakukan proses pemberangkatan berikut imigrasi.

• Hari Kesembilan

Rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.
Itinerrary di atas merupakan gambaran paket umroh sembilan hari dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kami juga menyediakan paket umroh dengan durasi yang lebih lama, yakni 10 dan 12 hari. Secara garis besar, tidak ada banyak perbedaan terkait itinerary. Tambahan waktu yang diberikan umumnya difungsikan sebagai acara bebas bagi rombongan yang ingin melakukan city tour, termasuk berbelanja oleh-oleh di pasar setempat.

Paket di atas sudah termasuk tiket pesawat direct sehingga perjalanan akan menjadi lebih nyaman. Kami juga mengakomodasi penginapan bintang lima demi mengoptimalkan waktu beristirahat, sehingga ibadah pun dapat ditunaikan dengan lebih maksimal.

Tips Memilih Agen Travel Umroh

Maraknya pihak penyedia jasa layanan umroh yang ‘nakal’ membuat Anda tentu harus lebih berhati-hati saat memilih. Modus utama yang diberikan biasanya berupa umro murah, tetapi tidak memberikan secara pasti kapan jadwal keberangkatannya.

Untuk itu, bila Anda berniat untuk beribadah umroh di tanah suci, pastikan jangan mudah tertpu dengan iming-iming tersebut.

Amanah Travel tidak memberikan janji, melainkan bukti. Kami menyediakan jasa travel umroh dengan harga terjangkau sesuai dengan kualitas yang didapat, antara lain direct flight, hotel bintang lima, serta jadwal keberangkatan yang pasti.

Kami pun terbuka untuk informasi fasilitas dan itinerary pasti yang akan diberikan. Karena itu, jangan ragu menghubungi kami untuk rencana perjalanan umroh Anda yang insya Allah nyaman dan barokah.